SRIKANDI BUNGA INDONESIA

Belum lama ini  Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) mengadakan acara demonstrasi bunga yang dimeriahkan oleh para floral designer wanita dalam acara Pekan Kebudayaan Nasional di Senayan.

Para Srikandi Bunga ini memperlihatkan kecakapan nya dalam membuat kreasi indah yang dibuat dari material lokal. Dan penonton dibuat terpukau oleh hasil nya yang tidak kalah dengan hasil floral designer dunia.

Dua dari para Srikandi adalah Tami dan Natalie, yang merupakan lulusan dari Jakflo Floral Academy.  Dimulai dari kecintaan mereka dengan bunga sehingga mereka dapat membawa nama harum hasil bunga Nusantara ke luar negeri.  

Ingin lebih kenal dengan mereka?

 

TAMI (@sunsoleil79)

Sunflower atau yang kita kenal sebagai bunga matahari merupakan bunga favorit Tami. Sejak kecil dia sudah menyukai bunga, karena kecintaannya terhadap bunga Tami memutuskan untuk belajar bagaiman merangkai bunga yang indah dengan tehnik yang benar. Pencariannya di kanal internet membuahkan hasil dan membawanya kesalah satu sekolah bunga yang berada di Jakarta Selatan, yaitu Jakflo Floral Academy.  

JFA dipilihnya sebagai tempat untuk mengasah kemampuannya dalam merangkai bunga. Menurut Tami, kurikulum yang lengkap dan suasana kelas yang nyaman menjadi membeda Jakflo dengan tempat lainnya. Sebagai seorang floristry Tami menyukai gaya rangkaian tehnik Jerman yang minimalis artistic dengan struktur. Menurut Tami, sebagai perangkai bunga selain belajar memperdalam ilmu rangkaian itu sendiri sangat penting juga untuk belajar bisnis dan marketingnya misalnya belajar bagaimana tehnik memperomosikan produknya apa lagi bagi mereka yang nantinya ingin memiliki usaha florist. 

Selain sibuk sebagai salah satu pengurus IPBI, mengajar freelance di JFA. Tami juga disibukkan dengan mengurus bisnis florist dan dekorasinya yang bernama "SUN Flowers & Crafts” dan juga menulis blog pada websitenya di www.sunflowerscrafts.id

Rangkaian Dewi Sri, menjadi inspirasi rangkaian bagi Tami. Dimana, pada acara Simposium IPBI 2019 dengan tema Indonesia Bahagia Tami bersama tigga orang timnya memutuskan untuk membuat rangkaian ini. Dewi Sri, terinpirasi dari hasil pangan Indonesia yang melimpah bagaikan Jamrud Khatulistiwa. Berkah kemakmuran dari Sang Dewi Kesuburan (Dewi  Sri) melimpah dengan segala kebaikannya bagi alam, kesuburan, ketersediaan pangan serta perlindungan dari kehidupan dan kelahiran. Sang Dewi diwujudkan dengan sesosok wanita muda dengan paras cantik nan jelita dengan tubuh molek. Pada acara ini, masing – masing anggota tim membuat dua rangkaian. Dimana satu rangkaian tim dan satu rangkaian lagi untuk rangkaian pribadi.

Rangkaian tim dalam acara ini terbagi dalam tiga bagian, dimana Tami sendiri membuat rangkaian bagian bawah Dewi Sri yaitu Rok/Kain/bawahanya. Bagian rok atau kain/bawahan pada rangkaian ini menceritakan tentang persembahan sebuah maha karya "Flowers to Wear” dengan bahan dari padi – padian kering dan jerami yang berpadu padan secara indah dengan bunga – bunga khas Indonesia menggunakan struktur kawat yang di rajut menggunakan jerami seolah – olah seperti helaian kain yang membalut Dewi Sri setinggi 150 cm dengan lebar 1 meter ditambah dengan aksen – aksen bunga segar local Indonesia sebagai penghias yang menambah kesan anggun perwujudan sang Dewi Sri.

Pada rangkaian pribadi, Tami mempersembahkan rangkaian yang terbuat dari bola rotan yang di susun seolah – olah seperti kekayaan alam Indonedia yang melimpah ruah tumpah bagaikan air terjun mengalir jatuh kebawah memberikan kemakmuran untuk masyarakat Indonesia. Penggunaan warna silver pada struktur rangkaian mengisyaratkan warna air dengan focus rangkaian pada penggunaan material bunga yang menggunakan bunga – bunga local yang di tancapkan pada oasis (floral foam) dan padi – padian yang tersusun  pada titik – titik tertentu struktur rangkaian.

 

NATALIE (@natalialaetitia)

Ketertarikan Natalia di dunia floristry dimulai pada saat dia masuk tim dekorasi bunga di sebuah gereja dibilangan Bintaro. Keinginannya untuk memberikan rangkaian bunga terbaik yang bisa diberikannya untuk Sang Pemilik Keindahan di rumah Tuhan (gereja) dan melihat adanya peluang bisnis mendorongnya untuk belajar dan mencari sekolah bunga. Dimana pada akhirnya, Natalia bertemu dengan Jakflo Floral Academy melalui laman google dan memutuskan untuk bergabung dengan JFA karena ketertarikan dengan kurikulum nya, 

Menurutnya, adanya kelas bisnis dan marketing yang diajakarkan di Jakflo diluar kelas bunga,  menjadi Unique Selling Point (USP) yang membedakan Jaklo dengan tempat belajar bunga lainnya. Dimana, dia juga menambahkan bahwa penting sekali bagi seorang floristry untuk mempelajari bisnis dan marketing karena dengan demikian akan tahu peluang bisnisnya serta mampu meminimize resiko bisnisnya nanti. Bahkan dirinya memegang teguh prinsip "jika ingin berkecimpung di suatu bidang, saya harus professional di bidang tersebut”.

Standing flowers, bouquet dan bunga meja merupakan jenis rangkaian favorite bagi Natalia dan bunga Lily khususnya White Lily adalah bunga favoritenya. Sejak tahun 2016 Natalia di sibukkan dengan mengurus bisnisnya @floritzi. Florizti berdiri dari sebuah tugas wajib yang diberikan guru (trainers) Jakflo untuk memenuhi salah satu subjek pada ujian bisnis. Dimana pada saat itu Natalia diminta untuk membuat konsep bisnis "toko bunga” hingga produk yang dibuat terjual. Jadilah pada saat itu Natalia membuat toko bunga online. Mulai dari pencarian nama, penyusunan kegiatan marketing, membuat rangkaian, mengurus order dan pengiriman di lakukannya sendiri selama satu bulan.

Pada acara simposium IPBI tema yang diusung oleh Natalie dan tim nya adalah "Indonesia Bahagia” terinspirasi oleh sampah disekitar nya. Pada acara ini, Natalie membuat rangkaian cantik dan bernilai jual dari sampah-sampah plastk dengan tujuan mulia untuk mengurangi sampah plastik yang sangat banyak disekitar kita. Selain membuat rangkaian bersama timnya, Natalie juga membuat rangkaian pribadi. Dia membuat dua rangkaian pribadi pada acara ini yaitu rangkaian pertama adalah rangkaian bouquet dan kedua adalah rangkaian Floral Art. Dimana untuk rangkaian bouquet dibuat dari plastic kresek bekas yang digunting lalu kemudian di gulung – gulung lalu ditempelkan membentuk frame bouquet lalu kemudian dibuat bouquet dengan menambahkan bunga-bunga segar Khas Indonesia seperti Anggrek dan Heliconia dengan pilihan warna bold (Tropical) seperti bunga warna merah, kuning, dan orange.

Rangkaian kedua, menggunakan sedotan - sedotan plastik bekas yang digunting hingga menyerupai kembang api (firework). Lalu kemudian disusun dengan kawat alumunium warna perak (putih), sehingga dari jauh terlihat transparan. Dibuat menggantung sehingga rangkaian terlihat melayang dengan proporsi yang sesuai. Rangkaian ini terinspirasi dari petasan renceng yang digunakan untuk memeriahkan acara pada tradisi tertentu.

Ingin melihat lebih banyak dari rangkaian mereka, silahkan mendatangi laman sosial media mereka.

START YOUR FLOWER JOURNEY WITH US!!




Copyrighted By Jakflo.com 2008-2011
merangkai bunga | jewelry | accessories | kalung | bros | cupcakes | cake decoration | scrapbook | gift wrap | photography


 
Member Area
username:
password:
Join Us Now
Forgot Password?

Latest News
HEY BALI JANUARY
Hey hey Bali.. we're coming in JANUARY with our 11 most favorite classes!!
read more...

BELI BUNGA DIMANA?
Jakflo Floral Academy akan membagi informasi sebagian dari suppliers bunga kami yang juga merupakan supliers terbaik untuk kwalitas dan jenis bunga yang dimiliki nya.
read more...

FREE FLOWER DEMO - DECEMBER
Datang & bergabunglah dengan yang lain nya untuk menikmati FREE DEMO dan presentasi dari Jakflo Floral Academy
read more...

SRIKANDI BUNGA INDONESIA
Ingin lebih kenal dengan mereka?
read more...

WORKSHOP BANDUNG DESEMBER
Kali ini Jakflo Floral Academy akan membuka workshop di kota Bandung dengan jadwal seperti berikut:
read more...